Potret Alam

Kabut yang menyerang hutan.

Potret Alam

Penyerangan masih berlanjut.

Potret Alam

Pohon-pohon juga terserang.

Potret Alam

Jalan menjadi berselimut kabut.

Potret Alam

Hutan kian berkabut tebal.

Sunday, 19 January 2014

Tidak Selamanya Tersesat itu Berakhir Buruk


Tidak Selamanya Tersesat itu Berakhir Buruk



            Suatu hari, Taro berada di sebuah acara berkemah. Perjusami, perkemahan mulai hari jumat sampai minggu. Setelah melewati hari pertama dan besok adalah waktunya untuk membuktikan bahwa kelompoknya adalah yang terbaik. Ya benar, waktu penjelajahan adalah bagian yang paling disukai oleh Taro. Bersama dengan Asya, Lili, Ryota, dan Rosea di dalam kelompok 1, bernama Weinvor. Singkatan dari We are invincible survivor.

“Taro, bagaimana rencana untuk besok ?” Tanya Ryota
“Yang pasti, kita adalah kelompok 1 akan selalu jadi yang nomor 1. Hahaha” Kata Taro
“Hmm, ketua kita memang benar-benar ya” Kata Lili sambil memukul pundak Taro
“Iya memang. Walau bagaimanapun, ia juga memberi nama kelompok kita. Aku akui, ini nama yang keren dan cocok banget, hehehe” Tambah Asya
“okey, baiklah kawan-kawan. Kita akan melihat pak ketua kita segera beraksi. Kita lihat lagi bagaimana ia membuat kita semua terherankan dengan segala keajaibannya beserta keanehannya selama ini, hehehe maaf” Kata Rosea sambil mencibir ke arah Taro
“wah kalian ini, ada-ada saja. Tapi awas kau Rosea. Aku tak terlalu setuju satu hal yang kau bilang tadi. Keajaiban itu jangan disetarakan dengan keanehan. Enak saja” Seru Taro

Malam itu pula setelah semua kegiatan hari pertama selesai, Taro segera membuat rencana buat penjelajahan besok. Selain membawa barang-barang utama, kelompok Taro juga membawa persediaan makan untuk berjaga-jaga. Dan malam pun semakin dingin. Bintang-bintang tampak bersinar dengan jumlahnya yang sangat banyak. Menghiasi malam pertama berkemah. Diam-diam Taro keluar sebentar. Saat berjalan menuju ke tempat sampah untuk membuang permen karet, tiba-tiba terdengar suatu suara.

“Jessica, malam ini sungguh indah ya. Seindah dirimu”.
“Hmm, kau ini. Menyamakan aku dengan bintang-bintang itu. Aku lebih dari itu tau”.


Taro sempat lumayan terkejut mendengar hal itu. Lalu ia semakin lama mendekat ke arah suara itu. Dan ternyata sang aktor dan aktris pengisi suara malam hari itu adalah Jessica dan Derio. Mereka berdua dari kelompok 3 acara berkemah ini. Taro lalu merekam suara mereka berdua.
“Hihihi, ini akan jadi berita yang fenomenal. Ternyata dalam suatu acara pasti ada cinta di dalamnya”. Kata Taro dalam hati


***

Pagi harinya. Setelah bersiap-siap, semua kelompok segera berangkat dengan peta masing-masing. Kelompok Taro mendapatkan peta dengan arah menuju ke hutan pinus. Sementara ada kelompok yang menuju ke bantaran sungai dan ada juga yang menuju ke perkebunan. Lalu mereka telah sampai di hutan pinus. Melihat peta petunjuk itu, Taro sendiri merasa muak karena tidak terlalu jelas. Lili mencoba membacanya. Setelah menganalisis lagi, ternyata arah selanjutnya menuju 35 derajat ke kanan. Dan mereka semua ternyata salah arah.

“Teman-teman, kita berada di mana sekarang ? Kenapa bisa ada gua di sini ?” Tanya Rosea ketakutan
“Padahal di peta tidak ada guanya. Jangan-jangan peta ini tipuan atau kita yang salah arah ya ?” Tambah Asya
“Kita harus tetap tenang teman-teman. Kita harus tetap fokus dengan peta. Meskipun petanya tidak begitu jelas”. Jelas Lili
“Walau bagaimanapun kita telah tersesat dan tidak tahu jalan pulang. Gimana rencanamu sang pembawa keajaiban ? hehehe”. Tanya Ryota
“Semuanya tetap jaga ketenangan kalian. Di sini ada aku. Yang bertanggung jawab akan keselamatan kalian semuanya. Dan satu hal yang ingin aku katakan adalah itu adalah peta tipuan yang tidak jelas arahnya. Kita memang tersesat. Tetapi seperti kata-kata orang, aku akan menciptakan keajaiban lagi. Hahaha”. Seru Taro panjang lebar


Selanjutnya perjalanan kelompok Taro berlanjut. Dengan menyusuri gua, mereka menemukan hal-hal yang aneh. Pertama, guanya sangat gelap dan berair. Kedua, mereka tidak tahu apakah ada sesuatu yang menakutkan di dalamnya. Tetapi untungnya tadi malam Taro telah membawa beberapa senter. Perjalanan mereka berlanjut.

Tidak terasa siang telah menyapa. Memang tidak terlihat matahari di gua, tetapi jam telah menunjukkan pukul 12.00. Di sisi lain, kelompok 2 dan 3 juga sedang dalam perjalanan. Mereka juga istirahat lalu makan siang dahulu. Sementara kelompok Taro mencoba meneruskan perjalanan. Pada akhirnya seperti disambut oleh terangnya sinar matahari. Meski hanya sebatas lubang gua. Taro segera menuju ke sana. Sambil mengondisikan teman-temannya untuk segera makan siang.

“Pada akhirnya. Makanan telah tiba, aku telah kelaparan sejak tadi, hehehe”. Kata Ryota
“Bentar-bentar. Sabar dulu. Makanan sebentar lagi siap”. Sahut Rosea dan Asya
“Dan di sinilah kita. Bukankah ini pengalaman yang keren teman-teman. Makan di dalam kegelapan gua dan tidak tahu jika ada sesuatu yang mengintai kita. Tampaknya ada yang iri dengan makanan kita. Awas” Kata Taro sambil menakut-nakuti teman-temannya
“Ah kau ini Taro. Aku tahu siapa yang kau maksud. Pasti kau sendiri yang iri dengan makanan ini. Mengingat ketua kelompok harus makan terakhir. Benar begitu teman-teman!” Kata Lili

            Setelah mereka selesai makan, perjalanan pun dilanjutkan. Sementara kelompok lain ternyata telah menemukan harta terpendam yang dimaksudkan dalam peta. Mereka tinggal pulang menuju base camp kemah masing-masing. Ini akan menjadi perjalanan yang sulit bagi kelompok Taro. Tiba-tiba ada sesuatu yang muncul dari dalam gua. Seperti sekawanan hewan yang datang menyerang. Hewan apakah itu ? Ratusan kelelawar muncul secara mendadak. Membuat Taro dan teman-teman kaget seketika melihat ini. Dan tanpa sengaja, karena begitu kaget, Asya malah memeluk Taro karena ketakutan sekali. Di momen tak terduga ini, Taro hanya membiarkan dirinya dipeluk Asya.

“cie cie cie. Ada yang lagi modus di dalam gua ya”. Sahut Rosea
“Hmm, aku tahu sekarang. Diam-diam kalian berdua ternyata udah...” Celetuk Lili
“Ternyata ketua kita memang bisa memanfaatkan suasana seperti ini ya. Selamat untuk kalian berdua. Romantis sekali, hehehe” Tambah Ryota
“Aaaaa,,, TAROOO, Aaa aaapa apa yang, yang telah aku lakukan ?” Asya pun terbata-bata
“Tidak ada apa-apa Sya, hanya saja kau terlalu ketakutan melihat kelelawar tadi. Tetapi kau tahu teman-teman, jangan bilang ini pada siapa pun ya. Kita tahu Asya memang kagetan. Tetapi lebih dari itu. Aku sepertinya merasakan sesuatu yang buruk sedang datang menuju ke sini.” Kata Taro
“Memangnya ada apa TAROOO”. Kata Ryota yang hampir terkena batu besar yang lewat
“Sudah kubilangkan teman-teman. Akan ada sesuatu yang datang. Kelelawar tadi ternyata lebih dulu mengetahuinya. LARIII, KITA HARUS LARIIIII”. Teriak Taro sambil berlari

Mereka semua pun segera berlari menghindari batu-batu besar. Mungkin itu adalah batu runtuhan dari sisi lain gua. Tanpa sadar, mereka semua telah masuk lebih jauh ke gua itu dan benar-benar seperti terperangkap di dalamnya. Tetapi batu-batu itu terus mengejar mereka semua. Taro mencoba melompati batu itu dan gagal. Ia pun malah terpental terkena batu itu. Dan membuatnya terlempar ke dinding gua. Tanpa ia sadari, dinding gua runtuh. Taro pun masuk ke dalamnya. Melihat itu, semua teman Taro segera ke sana. Alhasil mereka semua bisa menghindari kejaran dari batu-batu tadi. Dan anehnya, Taro yang tadi terpental dan sekarang terjatuh langsung bisa berdiri lagi.

“Hei semuanya. Lihat apa yang aku temukan di bawah sini. Kalian harus turun untuk melihat ini”. Kata Taro sambil mengambil sesuatu
“Wahhh, Taro. Kau ini selalu. Selalu saja menciptakan keajaiban. Yuk kita turun teman-teman”. Kata Ryota
“Tetapi bagaimana caranya kita bisa turun? Aku jelas tidak mau turun seperti Taro tadi. Terlihat menyakitkan”. Kata Rosea
“Teman-teman. Coba kalian lihat dan perhatikan ini”. Kata Taro sambil mengeluarkan sesuatu dari tasnya
“Ini adalah tali pengait yang biasa digunakan oleh para pendaki tebing. Ini lumayan keren. Bisa ditembakkan dari mana saja dan langsung mengait ke tempat-tempat kuat”. Tambahnya

            Lalu Taro menembakkan tali itu ke atas dan langsung menancap ke dinding gua. Taro langsung bisa naik dengan menekan tombol di tangannya. Dengan itu, mereka semua bisa turun dengan aman. Semuanya terkejut. Banyak sekali batu permata di sini. Seperti emas, berlian, bahkan ada juga mutiara. Sementara temannya mengambili benda-benda itu, Taro mencoba melihat hal lain di situ. Ia menemukan sebuah patung emas. Di belakangnya tertulis huruf aneh. Setelah Taro amati lebih detail, itu adalah bahasa sanskerta. Taro pun mempunyai firasat aneh akan hal ini. Ia pun mengatakan kepada temannya agar tidak mengambil semua perhiasan yang berada di sini. Taro kembali melihat patung tadi. Ia coba membacanya. Setelah setengah tahun yang lalu ia pernah belajar bahasa sanskerta. Lalu Taro mencoba menerjemahkannya. Menjadi berarti.
“Harta ini milik sang raja dari .... yang menemukan boleh mengambil ... dan segera meninggalkan tempat ini ... tidak boleh memberitahukannya kepada siapa pun”.

            Seperti itulah yang diketahui Taro. Memang banyak tulisan yang tidak jelas artinya jadi tidak bisa ia terjemahkan dengan lengkap. Mendengar hal itu, semua teman Taro mengajak untuk pulang. Taro sendiri belum tahu kemana harus melangkah setelah ini. Tetapi Taro coba mencari-cari lagi petunjuk kalaupun ada. Dan ada sebuah petunjuk lagi. Yaitu kertas kuno. Meski begitu, tulisannya sangat buram dan tidak terbaca lagi. Di saat sangat deadlock ini, Taro coba mengumpulkan temannya.

“Teman-teman, bagaimana ini. Apakah kita akan terperangkap di sini terus ? ini jam berapa sekarang ?” Kata Taro
“Sekarang sudah jam 4 Taro. Aku yakin semua kelompok telah sampai di perkemahan lagi”. Jawab Ryota
“Baiklah lupakan itu. Kita harus segera keluar atau mati. Ini memang terdengar menakutkan. Tetapi kita harus mencobanya”. Kata Taro
“Kita harus gimana Taro, gimana caranya untuk keluar dari gua yang terlalu dalam ini ?” Tanya Asya
“Tidak tahukan kalian teman-teman. Aku tidak hanya membawa peralatan biasa seperti orang pada biasanya. Aku juga membawa ini”. Kata Taro sambil mengeluarkan sesuatu lagi
“Binggo, itu kan granat. Kau akan menghancurkan gua ini Taro. Apa kau yakin akan hal ini ?” Tanya Rosea
“Tenang saja. Aku akan coba naik dan menghancurkan atap gua jika saja bisa keluar dengan paksa. Kalian sebaiknya menghindar karena ini akan berbahaya”. Kata Taro
“Oke pak ketua. Keselamatan kami ada di tanganmu. Kami semua mendukungmu”. Kata teman-teman Taro serentak

            Dengan bermodalkan keberanian, Taro segera naik dengan tali pengait yang ditembakkan ke atap gua. Lalu Taro melemparkan granat yang sudah ia lepas kaitnya. Dan atap gua pun meledak dan membuat runtuhan. Perlu Taro lempar granat berkali-kali sampai akhirnya melihat sinar sore dari dalam gua. Taro pun berhasil membuat lubang gua dan ia tidak terkena ledakan sedikit pun. Lalu semua temannya segera naik kemudian menuju ke perkemahan. Sambil membawa beberapa permata dari gua tadi. Hari semakin gelap. Taro dan temannya semakin bergegas. Pada akhirnya pukul 18.04 kelompok Taro baru sampai.

“Lama sekali tim kalian. Pergi ke mana saja ? Hahaha”. Ejek Derio
“Awas kau Der. Aku punya surprise yang takkan pernah kau lupakan nanti ketika pengumuman siapa yang memenangkan penjelajahan ini. Lihat saja nanti”. Kata Taro
“Aku akan sangat sabar menunggu, Taro. Dan kelompok kamilah yang akan memenangkan penjelajahan ini. Hahaha”. Kata Derio

            Pukul 20.00 malam. Inilah saatnya penentuan siapa yang memenangkan penjelajahan. Sesuai peraturan, harta tidak boleh dibuka kecuali waktu pengumuman ini. Dari kelompok 3 dahulu. Ternyata hasilnya zonk. Hanya berisi kumpulan jerami dengan batu di dalamnya. Seperti tipuan berat yang memerdayai kelompok 3, hahaha. Dan waktunya kelompok 2 menyerahkan harta hasil temuannya. Dibukalah harta itu. Ternyata isinya adalah berbagai makanan enak dan juga ada benda-benda bagus seperti gelas antik, piring, bahkan ada baju sejumlah 5 dengan berbagai motif. Sepertinya kelompok 2 lah yang menang. Mengingat di antara ketiga harta dari tiap peta tadi, hanya satu peta yang menunjukkan harta berisi hadiah-hadiah tadi. Di momen itu, Taro sebagai ketua kelompok satu menuju ke arah panggung.

“Kepada semua panitia dan peserta. Saya dari kelompok satu akan membuka sendiri hasil temuan kami”. Seru Taro
“Tidak Taro, kau sudah kalah. Tidak akan ada yang bisa mengalahkan keberuntungan dari timku”. Kata Derio
“Semua yang ada di sini. Aku tadi memang salah arah. Melenceng dari peta. Tetapi langsung ke intinya saja. Kelompokku menemukan ini semua dari hasil penjelajahan kami. Perhatikan baik-baik. Ini adalah permata-permata yang keren. Jadi, bagaimana panitia ?” Kata Taro
“Sulit dipercaya. Pemenang dari penjelajahan ini adalah kelompok satu. Selamat ya”. Kata ketua panitia kepada Taro
“Lalu selanjutnya aku punya sesuatu untuk kalian semua dengarkan di malam yang indah ini. Aku punya sedikit surprise”. Kata Taro sambil menuju ke sound system

            Rekaman kemarin malam sewaktu Derio berduaan dengan Jessica pun diputar di depan semua yang ada di situ. Di dengar juga oleh Derio yang kebetulan ada di samping sound system. Alhasil semua yang berada di situ langsung tertawa terbahak-bahak mendengar rayuan gombal dari Derio kepada Jessica. Hal ini membuat wajah Derio dan Jessica mendadak memerah. Setelah rekaman selesai, saatnya penyerahan simbolis pemenang penjelajahan kepada Taro. Lalu, Taro segera kembali ke kelompoknya dan mengatakan jargon baru mereka.

“Kelompok Weinvor, Tidak selamanya tersesat itu berakhir buruk. Suatu saat keajaiban akan selalu datang dan bisa mengalahkan segala masalahmu. Yeah ...” Teriak Taro dan teman-temannya

TAMAT

Sekilas Tentang “The Adventure of Dream”

Sekilas Tentang “The Adventure of Dream”


            Selamat datang di blogku lagi. Sebelumnya terima kasih telah datang dan membaca sedikit curhatanku sehari-hari, hehehe. Baiklah, di sini aku akan menceritakan sekilas tentang “The Adventure of Dream”. Jika kalian semua melihat dengan seksama, pasti mengira itu adalah nama dari blogku. Tetapi untuk identitas yang sebenarnya, “The Adventure of Dream” adalah bukan hanya nama dari blog ini. Jika kalian juga mengamati profil facebook-ku, di sampulnya pasti ada tulisan nama blog ini. Dan untuk menjawab pertanyaan apakah sebenarnya “The Adventure of Dream” itu, simak baik-baik uraian sekilas di bawah ini. Bisa jadi sangat banyak atau sedikit. Walau bagaimanapun, check it out ...

            Mempunyai arti “Petualangan Mimpi”, jika ditranslasi ke bahasa Indonesia. Dan itu adalah judul dari sebuah cerita bersambung pertamaku. Yang ingin aku wujudkan dalam bentuk komik, lalu kalau bisa menjadi tayangan anime seperti halnya anime di Jepang, semoga saja. Memang aku adalah penggemar berat genre menggambar ala bangsa negeri sakura itu. Ide fantastis ini muncul sejak aku masih SMP, tetapi mulai aku tulis ketika SMK. Dulu hanya angan-angan belaka, tetapi sekarang telah menjadi skrip cerita. Dan semoga bisa berkembang menjadi komik lalu kartun untuk ditayangkan di televisi, amin. Sampai sekarang pengerjaan episodenya masih berlanjut. Aku akan membuat episode petualangan ini banyak. Setidaknya bisa bersaing dengan anime-anime yang telah populer. Seperti Naruto, Bleach, One Peace, Yu-gi-oh, Death Note dll. Memang aku mengakui, bekerja sendiri untuk hal ini sangatlah sulit. Aku hanya bisa menulis saja. Belum bisa menggambar layaknya pembuat komik. Tetapi setidaknya inilah hal terbaik yang aku lakukan. Tulis dahulu, itu masalah nanti. Dan itulah sekilas apakah “The Adventure of Dream” itu. Dan untuk pembahasan selanjutnya adalah bagaimanakah sedikit kilasan cerita dari “The Adventure of Dream”. Seperti apakah serunya petualangan yang ada di dalamnya ? Dan seberapa jauhkah imajinasi dari si penulis ketika membuat seri cerita bersambung ini ? Hehehe, sekali lagi, stay only in this blog, and don’t change your channel ...

            “The Adventure of Dream”, jika kalian telah membaca beberapa cerpenku, pasti ada satu hal yang mirip tiap cerpen-cerpen itu. Yuppp, aku tidak tahu apa kalian semua mempunyai jawaban akan pertanyaanku tadi. Satu hal yang sama itu adalah pasti ada unsur mimpi dan juga keterkaitan dengan visi dari tokoh utama atau tokoh pembantu. Karena jika ada keterkaitannya pasti lebih seru dan menarik. Lalu untuk karya yang satu ini, aku lebih menekankan tentang berpetualang di alam mimpi lalu apa yang diimpikan itu bisa terjadi. Satu bocoran dari episode pertama “The Adventure of Dream” ini adalah “Hidup Berawal dari Mimpi”. Judul ini sangat cocok dengan cerbung yang aku buat ini. Di episode pertama, tokoh utamanya bernama Rezz. Bukan Taro yaaa,, para penonton yang terhormat apalagi yang membaca, aku beritahu satu hal. Tokoh Taro yang lumayan fenomenal, hehehe, itu hanya ada di cerpen saja. Di cerbung ini, tokoh utama sudah berbeda lagi.

Lanjut, episode pertama menceritakan tentang Rezz yang bermimpi. Di dalam mimpinya Rezz melihat alam yang berbeda. Di situ juga Rezz mendapatkan satu kekuatan pertamanya juga. Yaitu kekuatan cakar. Dari kedua tangannya bisa berubah menjadi cakar dan mampu merobohkan lawan pertamanya kala itu. Kekuatan ini juga memengaruhi gerakan dari Rezz. Ia bisa bergerak secepat macan dan mempunyai gerak refleks yang keren. Meski telah mendapatkan kekuatan, Rezz masih terperangkap dalam mimpi sebelum ia berhadapan dengan seorang yang mirip dengannya bernama Shadow.

Beberapa episode awal menceritakan tentang Rezz yang masih berada di dalam mimpinya. Setelah bertemu Shadow, Rezz mengetahui cara untuk pulang ke alam yang sesungguhnya, atau yang dimaksud di sini adalah kembali ke dirinya yang asli. Bukan di mimpi lagi. Setelah itu, Rezz bertemu dengan orang asing yang memberitahunya akan mimpinya dan yang akan terjadi di dunia kala itu. Sekali lagi, Rezz bisa mengetahui takdirnya dan dunia melalui mimpi. Itu adalah sekilas dari beberapa episode pertama.

Selanjutnya untuk penjabaran mengenai seperti apakah kekuatan itu, akan dijawab di sini. Setiap orang di dunia, entah dunia mana pun karena banyaknya dimensi yang akan diungkap, normalnya bisa memiliki dua macam kekuatan/kemampuan spesial. Ada beberapa orang yang berbeda dari orang-orang di atas. Yaitu mereka hanya mempunyai satu kekuatan. Ini bisa jadi orang itu sudah merasa cukup atau bisa saja karena orang itu memiliki dimensi. Di mana auranya telah penuh oleh sumber energi dari dimensinya masing-masing. Selain kedua jenis pengguna kekuatan di atas, ada satu jenis pengguna kekuatan lagi yang sangat langka di dalam cerbung ini. Yaitu pemilik aura tak terbatas. Artinya ia bisa memiliki kekuatan sebanyak yang ia sukai. Lalu orang tipe ini juga mempunyai daya tahan yang lumayan tinggi. Untuk mendapatkan kekuatan itu bisa dengan mengalahkan pemilik kekuatan itu sampai menghilang dan aura kekuatannya bisa masuk ke siapa pun yang mengalahkannya. Bisa juga dengan cara lain. Cara lain ini akan ada di dalam episode cerbung ini. Andai saja bisa terbit, hahaha.

Untuk petualangan tahap pertama, yaitu berada di seluruh daerah di bumi. Di sini, bisa jadi petualangan yang paling lama karena banyak sekali hal yang menghadang sebelum memasuki tahap kedua. Dan ada bocoran lagi. Di akhir tahap pertama ini, ada tiga musuh yaitu penjaga gerbang menuju ke langit tingkat dua. Tiga musuh itu adalah musuh terkuat di tahap pertama cerita “The Adventure of Dream” ini. Setelah berhasil melewati hadangan dari penjaga gerbang, sang tokoh utama yaitu Rezz dan kawan-kawan berangkat menuju ke langit kedua, ketiga, dan seterusnya sampai langit keenam. Di sini, Rezz dan beberapa temannya mendapatkan peningkatan kekuatan. Dan di salah satu tingkatan langit ini akan muncul musuh terbesar dan bakal menjadi musuh terkuat selama perjalanan petualangan ini. Sebelum melangkah ke langit ketujuh tempat musuh terkuat itu berada, Rezz dan kawan-kawan harus melawan musuh mengerikan di arena yang mengerikan pula. Yaitu pertarungan di Dark Hole atau lubang hitam. Gravitasi lubang hitam yang bisa menarik cahaya masuk ke dalamnya. Ini sungguh sebuah arena yang mengerikan. Ditambah musuhnya yang tidak terpengaruh oleh gravitasi lubang hitam membuat pertarungan di sini terasa sulit. Sebagai tokoh utama, apalagi Rezz adalah pemilik aura tak terbatas, tentu tidak ada kata menyerah sebelum pertarungan berakhir.

Dan pada akhirnya setelah berhasil melewati tantangan super gila ini, Rezz dan kawan-kawan bertemu dengan musuh yang tadi sempat terlihat di salah satu tingkatan langit. Musuh yang paling menakutkan. Tiada tandingannya karena kehebatannya tak terbayangkan sebelumnya oleh Rezz dan kawan-kawan. Satu bocoran lagi yaitu musuh ini memiliki aura tak terbatas sama seperti Rezz. Dan ia juga bisa menghidupkan musuh terdahulu Rezz dan kawan-kawan lalu dirasuki jiwa kegelapan. Singkatnya Rezz dan kawan-kawan harus melawan musuh-musuhnya yang lalu. Di momen yang genting ini, ada beberapa musuhnya terdahulu juga tetapi belum mati. Jadi jika dulu musuh, sekarang membantu Rezz untuk menyelamatkan alam semesta dan kehidupan di dalamnya. Pertarungan terakhir ini akan sangat keren. Semua teman Rezz telah mendapatkan peningkatan kekuatannya telah maksimal. Apalagi Rezz. Ia memiliki satu kekuatan yang bisa mengubah segalanya di pertarungan ini. Wah, terdengar semakin seru. Tetapi bagaimana konklusinya ? Yang jelas, aku sendiri masih menulis petualangan tahap pertama yaitu di bumi. Penjelasan sekilas tadi hanyalah bagaimana jalan cerita dari “The Adventure of Dream” ini.

Memang sangat keren. Sebuah mahakarya dari salah satu anak bangsa. Bahwa kita tidak kalah dengan karya-karya dari negara lain. Sebagai warga negara yang baik, menghargai karya buatan bangsa sendiri tentu penting. Meski begitu, belum tentu juga masyarakat negara ini menghargai karya kita. Yang kita pikir keren, tetapi mereka belum tentu memandang ini. Aku juga melihat. Beberapa anime Jepang, meskipun episodenya sedikit dan tidak terlalu menarik, tetapi bisa dibuat serial komik bahkan ditayangkan di televisi. Seharusnya negara ini bisa dan mau menghargai karya keren buatan anak bangsa. Karena aku juga melihat banyak karya anak bangsa ini dan tidak terlalu dipandang oleh masyarakatnya sendiri. Sungguh ironi memang. Dan untuk yang terakhir, kita tidak boleh menyerah akan ironi semacam ini. Kita hanya perlu yakin bahwa pasti ada jalan untuk mewujudkan mimpi. Seperti di dalam cerita “The Adventure of Dream” ini. Bahwa suatu saat, orang pasti merindukan karya-karya keren.


SEKIAN
Dan terima kasih telah membaca uraian sekilas ini. Thank you ... J

Friday, 10 January 2014

Faster than Wind

FASTER THAN WIND
Malam ini adalah malam senin, besok waktunya sekolah lagi. Malam ini pula, Taro, seorang anak SMA kelas 3 IPA C sedang tidur. Entah kenapa malam ini Taro sedang berada pada puncak kenyamanan tidurnya. Sebenarnya apa yang terjadi ?

“wah, aku berada dimana ini ? Tempat ini keren. Ingin sekali aku selalu ke sini.”
“hey kau, sedang apa kau di sini ? Awas ...” Kata seekor jamur
“wah, lucu banget, ada jamur bisa bicara. Maaf menginjakmu.”
“kau harus berhati-hati. Dasar bocah. Pergi kau dari sini.”

Taro pun menuju ke tempat lain. Di sana ramai sekali. Entah apa yang terjadi sepertinya ini adalah dunia imajinasi yang keren. Semua makhluk bisa bicara. Taro mencoba menanyakan sesuatu kepada seekor kupu-kupu yang sedang terbang.

“kupu-kupu, ada apa sebenarnya di sana ? kok ramai banget ya.”
“entahlah, sepertinya ada sesuatu yang menarik. Kamu coba saja ke sana.”

Ketika Taro sedang menuju ke tempat itu tiba-tiba ada sesuatu yang terjadi. Sebuah cahaya melintas dan membuyarkan semuanya. Jam telah menunjukkan pukul 6 pagi. Cahaya matahari telah terlihat cerah. Taro segera pergi ke sekolah bersama temannya bernama Rei dan Meicha.

“Mei, apa kamu sudah mengerjakan tugas penelitian bahan kimia kemarin ?” Tanya Rei
“belum selesai Rei, aku baru sampai ke eksperimen. Taro, kau tahu apa yang membuat reaksi semakin cepat ?” Tanya Meicha sambil berhenti berjalan
“hmm, bentar. Yang bisa mempercepat reaksi kimia. Wah sial, aku lupa. Ntar deh aku ingat-ingat lagi. Maaf lo ya Mei.” Jawab Taro sambil tersenyum malu
“yaudah, yang penting jangan sampai eksperimen ini dikacaukan oleh gank sialan itu. Oke teman-teman, kita harus bisa mengalahkan kesombongan dari mereka.” Kata Rei
“yey,, semangat” Taro dan Meicha serentak bersamaan

Sesampainya di kelas, mereka bertiga segera memberitahu Ferona dan Gerry tentang tugas eksperimen. Mereka berlima diam-diam membahas bagaimana caranya mempercepat reaksi bahan kimia. Tiba-tiba gank itu pun datang. Dengan tampilan yang mencolok. Mulai dari rantai di celana, baju hitam, celana berlubang pada bagian lutut, dan apalah itu. Taro dan teman-temannya pun belum menyadari kedatangan dari gank itu. Langsung saja salah seorang dari gank itu menarik bajunya Gerry dan mengambil kotak berisi cairan HCL. Lalu orang itu langsung membuangnya dan melepaskan Gerry.

“hey, apa yang telah kau lakukan ? kau telah mengacaukan eksperimen ini.” Kata Rei kecewa
“emangnya buat apa kalian berusaha. Toh nanti kamilah yang berhasil mengerjakan eksperimen itu. Kalian semua tidak ada apa-apanya. Hahaha.” Kata Yoshiro
“benar bos, kita hancurkan saja percobaan mereka. Biar kapok dan mengakui kehebatan bos kita ini. Sang ahli segalanya.” Kakeru menambahi
“bos, lihat itu. Ada seseorang yang sepertinya tidak menerima ini.” Kata Syuki sambil melirik ke arah Taro
“oh, kau ya. Tidak aku sangka. Ada seorang yang sepertinya berani menantangku.” Kata Yoshiro
“Yoshiro, kau telah membuat kekacauan selama kau berada di sini. Sebaiknya kamu pergi ke tempat lain atau kembali ke rumah bekas ledakan bom atom itu.” Taro marah
“sebaiknya kau tarik kata-katamu itu atau kau yang akan menanggung apa yang telah kau katakan itu anak payah. Atau begini saja. Jika kau adalah pemberani, maka kau harus menerima tantanganku.” Kata Yoshiro sambil menarik baju Taro
“tidak. Untuk kalian para pengganggu sekolah ini, aku takkan memaafkan kalian sebelum kalian pergi dari sekolah ini. Aku terima segala bentuk tantanganmu.” Kata Taro sambil melepaskan jeratan tangan Yoshiro dari bajunya
“beraninya kau, kalau begitu taruhannya adalah kau dan teman sekelompokmu harus meninggalkan sekolah. Jika kau menang, kau bisa melakukan hal yang sebaliknya kepada kami. Apakah kau cukup berani menerima tantangan ini, hai bocah biasa ?” Kata Yoshiro
“jangan Taro, jangan kau hiraukan dia. Jelas dia hanya ingin membuatmu menyesal seperti biasa. Apa kau lupa bahwa gank Yoshiro itu memang terkenal akan kelicikannya ?” Teriak Gerry
“baik, untuk kalian gank tidak tahu diri, aku takkan lari dari segala tantangan. Aku terima apa pun tantanganmu.” Taro pun yakin

Lalu Yoshiro berbisik kepada Taro mengenai tantangan itu. Taro sedikit kaget akan tantangan dari Yoshiro. Tetapi keputusan yang telah ia ambil memang telah bulat. Satu hal dari tantangan ini adalah tidak ada yang boleh melihat pertarungan. Setelah itu Taro mengatakan kepada temannya bahwa jangan khawatir. Gank Yoshiro pun segera pergi. Jam pertama akan segera dimulai. Semua anak telah duduk di tempat masing-masing. Singkat cerita, pelajaran hari ini telah usai. Taro dan temannya segera pulang untuk menyelesaikan proyek eksperimen kimia. Sebelum berpisah menuju rumah masing-masing Taro berpesan agar temannya ke rumahnya sekitar jam 8 malam. Lalu teman-teman Taro pun berpamitan pulang. Taro juga segera menuju rumah. Seusai makan malam, satu teman Taro telah datang.

“Tok, tok, tok. Permisi. Taro.”
“bentar bentar aku datang.” Jawab Taro sambil membuka pintu
“hai selamat malam Taro. Hmm, dimana yang lainnya ? apa aku datang pertama ?” Kata Ferona
“selamat malam juga Fero, aku juga gx tahu. Aku juga baru selesai makan. Masuk dulu, biar gx kedinginan” Kata Taro sambil menutup pintu
“tunggu TAROOO, jangan tutup pintu dulu.” Seru Rei, Meicha, dan Gerry dari kejauhan
“kalian bertiga, ayo cepat kesini. Sebelum keburu aku tutup pintunya. Hehehe” Kata Taro

Setelah semuanya berkumpul, mereka segera membahas tentang kelanjutan eksperimen tadi. Gerry dan Meicha mencoba mencampurkan HCL dan NaOH. Entah apa jadinya. Taro mencoba mengganti NaOH dengan model pencampuran lain. Sampai beberapa kali belum berhasil. Di saat itu pula Taro sedang terlihat memikirkan sesuatu. Gerry pikir itu adalah tentang tantangan dari Yoshiro tadi.

“hey Taro. Sebenarnya Yoshiro tadi bilang apa padamu ? coba ceritakan.” Kata Gerry
“maaf Gerry. Sesuai janji tadi aku takkan bilang pada siapa pun sebelum aku menang.” Taro langsung menjawab
“oke Taro. Santai aja. Yang penting ayo kita lanjutkan tugas ini dulu.” Tambah Gerry

Waktu pun semakin larut malam. Jam juga menunjukkan pukul setengah 10. Teman-teman Taro segera berpamitan. Setelah itu Taro segera mencari buku yang dirasa bisa membantu tugasnya kali ini. Tetapi belum ketemu juga. Akhirnya Taro pun tertidur. Entah apa yang terjadi tetapi Taro sepertinya mendapatkan sesuatu dari mimpinya malam ini. Malam ini Taro bermimpi ketika ia berada di tempat yang sama seperti mimpinya kemarin tetapi dengan suasana berbeda. Di sisi lain Yoshiro segera menuju ke tempat yang ia rasa cocok. Yoshiro pergi ke rumah misterius. Entah dimana itu, tetapi Yoshiro sepertinya telah merencanakan hal ini. Kembali lagi ke mimpinya Taro. Ketika berjalan-jalan di alam bawah sadarnya, Taro tiba-tiba melihat adanya sesuatu turun dari langit. Hal ini membuat Taro segera berlari. Sempat berhasil menghindar akhirnya terkena juga. Taro pun tetap berlari mencari perlindungan. Meski begitu, berbagai hantaman dari langit tetap mengenainya. Taro pun berlari dengan kencang menuju sebuah pintu. Ketika semakin mendekat cahaya semakin terang. Ternyata matahari telah bersinar cukup terang. Hari ini hari selasa. Taro tahu nanti sore waktunya untuk menerima tantangan dari Yoshiro. Saatnya Taro segera bersiap-siap dan berangkat sekolah. Sesampainya di sekolah, ada Rei dari kejauhan.

“hey Taro. Coba kesini sebentar. Aku punya kabar bagus.” Teriak Rei dari kejauhan
“ada apa Rei.” Jawab Taro
“ini, aku punya file dari internet yaitu cara mempercepat reaksi. Tetapi aku tidak tahu password untuk membukanya. Apa kau bisa membuka file ini ?” Kata Rei sambil membuka laptopnya
“bentar aku lihat. Aku tahu caranya meng-hack password file ini. Bentar.” Kata Taro sambil mengambil flasdisk

Tanpa sengaja Taro menjatuhkan sebuah catatannya. Diam-diam Rei mengambilnya dan langsung menyimpannya. Setelah selesai dibuka, Taro dan Rei langsung tersenyum sebentar. Lalu melompat gembira kegirangan. Jawaban akan tugasnya telah tercantum lengkap pada file ini. Lalu Taro dan Rei segera mengabari teman yang lainnya tentang hal ini. Tidak terasa jam pertama telah berbunyi. Waktunya pelajaran telah dimulai. Seusai pelajaran, teman-teman Taro segera melanjutkan pengerjaan tugas. Taro pun meminta izin untuk pergi sebentar. Rei pun memersilahkan Taro untuk pergi meski teman yang lain menanyakan kemana Taro mau pergi. Taro segera menuju ke tempat yang telah di katakan oleh Yoshiro kemarin. Yaitu di lapangan sepakbola. Ternyata Yoshiro telah berada di sana.

“hey pecundang. Aku ternyata salah menilaimu. Kau cukup berani juga menantangku. Hahaha” Kata Yoshiro dengan nada mengejek
“Yoshiro, aku akan menamparmu bahkan menendangmu keluar dari sini jika aku menang. Camkan ini baik-baik.” Kata Taro
“oke oke. Taruhan telah kita sepakati. Pertarungannya yaitu simple aja. Siapa yang duluan memutari lapangan ini sebanyak lima kali dia yang menang. Gimana ?” Kata Yoshiro
“sebaiknya segera kita mulai, agar kau berhenti berkata-kata sombong lagi. Dasar orang perantauan.” Kata Taro

Pertandingan penentuan akan segera dimulai. Di sisi lain, Rei menunjukkan kepada temannya tentang catatan Taro. Semua teman Taro segera bergegas menuju lapangan sepakbola untuk melihat pertandingan antara Taro melawan Yoshiro. Sementara itu diam-diam Takamori melihat Yoshiro dan Taro dari kejauhan. Seketika itu ia langsung memberitahu Kakeru dan Syuki akan hal ini. Balap lari pun dimulai. Dengan kekuatan yang baru saja ia dapatkan tadi malam, Yoshiro bisa berlari secepat angin. Ini sungguh diluar dugaan dari Taro. Dengan cepat Yoshiro hampir melewati satu putaran. Taro masih berlari seperti biasa. Teman-teman Taro hampir sampai di lapangan, begitu juga dengan gank Yoshiro. Dua putaran telah dilalui Yoshiro dengan kemampuannya ini. Entah kenapa seperti sihir ilmu hitam apa yang bisa mengubah kecepatan Yoshiro menjadi secepat ini. Tiga putaran telah dilalui Yoshiro. Sementara Taro baru satu putaran. Empat putaran. Yoshiro memang sangat cepat. Di suasana dramatis ini teman-teman Taro dan gank Yoshiro telah sampai di tribun lapangan.

“ayo Taro, jangan menyerah sekarang.” Teriak Rei
“iya Taro. Masih ada empat putaran lagi. Dan ini bukan akhir dari segalanya. Aku yakin kau akan menang.” Kata Meicha
“benar Taro. Sebaiknya terus fokus agar kau bisa mengalahkan Yoshiro si sialan itu dan menamparnya dari sekolah ini.” Kata Gerry
“dan demi masa depan, kau pasti bisa. Bisa membuat keajaiban seperti kau yang kami kenal. Ayo Taro, ciptakan keajaibanmu sendiri.” Teriak Ferona

Mendengar kata-kata dari temannya, hati Taro semakin yakin. Yakin untuk bisa membuat keajaiban. Satu hal yang Taro ingat di momen itu adalah ketika di mimpinya yang kemarin. Dan langkah Taro tiba-tiba berubah. Tidak bisa disangka. Muncullah keajaiban demi kemenangan kebaikan. Gerakan Taro menjadi secepat kilat. Dan sepertinya kecepatannya  seperti secepat cahaya. Sampai-sampai semua yang melihat tidak bisa mengetahui dimana Taro berada. Bahkan Yoshiro pun terkejut akan hal ini. Alhasil dengan kecepatan yang super ini Taro berhasil melewati empat putaran dengan beberapa detik saja. Ini membuat Yoshiro yang sebetulnya tinggal satu putaran lagi, harus bertekuk lutut kalah dari keajaiban yang berhasil dibuat Taro. Semua teman Taro bersorak. Taro berhasil mengalahkan Yoshiro.

“Taro, aku harus mengatakan hal ini padamu. Aku tidak tahu dari mana, tetapi itu tadi memang luar biasa. Aku harus mengakui bahwa kekuatan licik tetap tidak bisa melawan keajaiban. Sesuai janji, kami akan segera pulang ke kota tempat tinggal kami. Maafkan atas segala yang telah kami perbuat selama ini. Kami memang diliputi oleh rasa sombong, licik, dan serakah. Tetapi setelah melihat keajaibanmu tadi, aku sadar. Aku bisa belajar banyak dari pengalaman selama ini.” Kata Yoshiro panjang lebar
“oke Yoshiro. Baiklah, jika memang seperti itu. Kami berharap, kalian tidak akan melakukan hal yang sama setelah meninggalkan sekolah ini. Kau harus menjadi orang yang berbeda. Asalkan tidak sombong dan perilaku buruk lainnya. Semoga dosa kalian diampuni.” Kata Taro
“iya Taro. Terima kasih atas pelajaran hari ini. Aku akan selalu mengingatnya.” Kata Yoshiro

Setelah pertandingan selesai, Taro dan teman-temannya bersorak kegirangan. Setelah tugasnya selesai, kini hal yang mereka benci telah pergi. Dan semoga sekolah ini selalu dilimpahi oleh ketenangan dan ketenteraman.

“kekuatan licik pasti tidak akan bisa melawan keajaiban kebaikan. Yeah...” Teriak Taro dan teman-teman


TAMAT

Tuesday, 24 December 2013

Sedekat Inikah Impianku ?

Sedekat Inikah Impianku ?

            Sang surya telah terlihat menenggelamkan dirinya. Sinar yang semakin redup, awan yang kian menghilang, langit yang tampak gelap mewarnai sore ini. Akankah seperti ini masa depanku nanti ? Semakin tenggelam dan suram. Tetapi aku takkan cepat menyerah. Mungkin keadaan hari memang selalu seperti ini. Terkadang ada waktunya untuk bersinar, ada waktu untuk redup, dan ada waktu untuk berada diantara kedua hal itu. Disinilah aku berada sekarang. Oh ya, namaku Henri. Aku berasal dari kota yang terkenal akan kesenian dan kulinernya. Ya, aku berasal dari kabupaten Ponorogo. Lalu aku sedang kuliah di kota Solo. Di sebuah kota perantauan tempatku kuliah, aku pun sedang menggapai sebuah impian. Sejak kecil, ada satu impian yang ingin aku capai. Yaitu ingin melihat gambaranku tayang di televisi. Seperti halnya film kartun yang biasa aku tonton waktu kecil sampai sekarang. Dan dengan semangat yang luar biasa yang datang dari hati, pikiran, dan jiwa aku pun melangkah mengambil mata kuliah DKV fakultas Sastra dan Seni Rupa, singkatan dari Desain Komunikasi Visual. Ya, ujian yang maha sulit untuk menjadi mahasiswa telah aku tempuh. Dan sekarang waktunya untuk mewujudkan impian yang telah aku tulis di buku kenangan waktu kecilku. Disini, selain bertemu dengan berbagai materi tentang menggambar, aku juga bertemu dengan teman seperjuanganku. Salah satu kenalan pertamaku sewaktu berada di kota perantauan ini. Ia bernama Aisyah. Seorang yang bisa dikatakan peta pertamaku di kota ini. Dulu andaikata tak ada Aisyah, pasti aku takkan menemukan ruang dimana bisa daftar ulang dan mengambil almamater. Selain itu, dia juga seorang yang sangat ceria. Dia menemaniku sampai  di ruang 107 dimana disitulah tempat daftar ulang. Dan ketika aku melihat Aisyah menuliskan jurusannya, dalam hati aku kaget. Ternyata Aisyah juga mengambil jurusan yang sama denganku. Lalu selain Aisyah, ada satu lagi teman sekelas yang sangat akrab ketika perjalanan selama kuliah ini. Ia biasa aku panggil Bayu. Hampir sama seperti Aisyah. Ia orang yang periang, suka bercanda, tetapi akhir-akhir ini aku baru menyadari bahwa Bayu sering patah hati karena sering berpacaran. Hahaha, sebuah ironi yang belum aku alami. Satu hal yang sangat disesali oleh Bayu saat ini adalah mengapa sampai seorang yang ia lihat bagaikan bidadari tanpa sayap sebagaimana dulu menjadi pacarnya, karena suatu hal yang kurang pasti, mendadak menjadi pribadi yang berbeda. Ia bernama Finailya. Seorang mahasiswi jurusan Biologi murni. Di malam itu pula, aku berencana mengunjungi kontrakan dimana Bayu tinggal.
“permisi, Bayu ada apa tidak mas ?” Tanyaku kepada seorang yang satu kontrakan dengan Bayu
“Bayu, ada di dalam kamarnya. Tapi aku tak berani memanggilnya sekarang. Kamu aja yang masuk ke kamarnya. Silahkan” Jawab orang itu sambil membuka pintu kontrakan lebih lebar
“terima kasih mas”
Lalu aku pun masuk ke kamarnya Bayu. Disana memang benar apa yang telah aku duga. Bayu masih bersedih atas nasib malang yang barusan menimpanya. Dengan kondisi kamar yang berantakan, banyak debu beterbangan, bahkan sepertinya hatinya Bayu lebih berantakan daripada kondisi kamarnya sekarang. Aku pun coba menghangatkan suasana agar Bayu menjadi periang lagi. Aku juga mengatakan kepadanya untuk melupakan sejenak urusan perempuan dan fokus mengejar impian. Karena aku juga bisa dikatakan sahabat karibnya Bayu, dengan segera Bayu pun bisa keluar dari keadaan yang ironis ini. Singkat cerita, di malam itu aku mengajak Bayu untuk mengikuti suatu lomba menggambar yang hadiah utamanya sekitar 20 jutaan rupiah. Aku pikir dengan uang itu aku bisa gunakan untuk bekerja sama untuk mewujudkan anime buatan sendiri. Tetapi Bayu tidak mau mengikuti lomba itu karena ia sedang belum bisa fokus menggambar seperti dulu lagi. Yah, meskipun sudah berhasil aku hibur, tetap saja. Dalam hatinya belum 100% kembali seperti semula. Tetapi tak apalah. Aku tetap akan mengikuti lomba itu. Lalu karena cuaca semakin dingin menusuk, aku pun pamitan kembali ke asrama, tempat dimana aku tinggal sekarang. Besok adalah hari sabtu. Karena akhir pekan, aku berencana untuk segera daftar dan mengerjakan desain karakter untuk lomba itu. Dan juga aku berharap agar bisa jadi juara, sebelum aku tidur malam ini.
###
Pagi telah tiba, matahari telah menyinari hampir semuanya. Memberikan energi baru di hari yang baru. Aku pun terbangun dari suatu mimpi indah tadi malam. Entah mimpi apa itu aku lupa. Lalu aku bergegas untuk memasak nasi dan kemudian sarapan. Pagi ini cuaca tampak cerah. Serasa hatiku siap untuk mendaftar. Aku pun sangat bersemangat akan hal ini. Ketika mau berangkat tiba-tiba ada hpku bergetar. Ternyata ada sms dari Aisyah
“selamat pagi Henri. Apa kamu sibuk sekarang ?” Tanya Aisyah di sms pertamanya pagi ini
“selamat pagi juga Aisyah. Hmm, sebenarnya gx juga sih. Aku mau daftar ke lomba menggambar. Itu loo, tempat pendaftarannya di dekat hotel Merah”
“ohh, sebenarnya aku juga mau kesana Hen, aku disuruh oleh kakakku untuk mengantarkan laptopnya pagi ini. Boleh apa tdk aku numpang ?” Tanya lagi Aisyah
“wah, boleh-boleh. Dengan senang hati Ai. Bentar ya, aku mau siap-siap dulu”
“oke Henri. Makasih ya. Aku tunggu di depan kosku”
Jam telah menunjukkan pukul 8 kurang 5 menit. Aku langsung mengeluarkan motorku dan menghidupkan mesinnya. Lalu aku langsung menuju ke kosnya Aisyah. Disana Aisyah telah menungguku.
“Aisyah, kau telah lama menungguku ya ?” Tanyaku sambil mematikan mesin motor
“Gx kok Hen, barusan tadi setelah sms kamu. Hehehe ” Jawab Aisyah sambil memakai helm
“Oia ya. Gx sampai 5 menit ya. Okey yuk berangkat sekarang”
Lalu aku dan Aisyah pun berangkat menuju ke hotel Merah. Sesampainya disana, aku langsung memarkir motorku. Di perjalanan menuju ke hotel, aku dan Aisyah sedikit berbincang tentang lomba menggambar yang akan aku ikuti.
“Henri, tunggu bentar, aku melihat ada sesuatu” Kata Aisyah sambil menghentikan langkahku
“ada apa Aisyah ? apa yang kamu lihat ?” Tanyaku sambil menghadap Aisyah
“aku melihat, sepertinya ada bulan tepat di atasmu. Entahlah, tetapi aku baru kali ini melihat hal semacam ini. Apalagi disampingnya juga terdapat berbagai bintang terang” Kata Aisyah sambil melihat ke langit
“hmm, tidak ada apa-apa kok Ai, mungkin perasaanmu aja mungkin” Jawabku sambil berjalan lagi
“oh, bisa jadi ya” Kata Aisyah
Lalu Aisyah telah bertemu dengan kakaknya, aku pun menuju ke tempat pendaftaran lomba menggambar yang aku nantikan hadiahnya. Setelah selesai mendaftar, aku dan Aisyah pun pulang. Sore harinya, aku melihat lagi pamflet lomba yang tadi. Disitu tertulis jelas besok adalah lombanya. Tempatnya berada di sebelah utara hotel Merah. Selanjutnya aku segera menyiapkan peralatan yang akan aku gunakan besok, seperti pensil, rautan, penghapus, penggaris, dll. Pada malam harinya yaitu malam minggu, aku coba fokuskan untuk berdoa semoga karyaku bisa jadi pengantarku menuju kesuksesan, amin. Sebelum tidur, aku coba keluar asrama dan memandang cerahnya langit. Ternyata apa yang dikatakan Aisyah tadi pagi memang benar. Aku pun kaget, tepat di atasku ada bulan dan berbagai bintang yang mengelilinginya. Wah, inikah pertanda baik, semoga saja.
###
Hari minggu, hari penentuan, hari untuk menjadi pemenang, aku pun dibangunkan oleh cahaya matahari yang menghangatkan. Serasa mendapatkan energi untuk hari ini. Dan aku langsung bergegas. Mandi lalu sarapan. Selanjutnya, aku minta restu dari orang tuaku lewat sms semoga berjalan lancar. Jam 8 kurang 20 menit, aku berangkat menuju hotel Merah. Sesampainya disana, aku melihat banyak orang asing yang datang. Meski begitu, aku tetap yakin bisa memenangkan kontes lomba menggambar ini. Karena bekerja sama dengan banyak sponsor, tidak heran hadiahnya juga luar biasa. Saatnya menuju ke medan perang. Disana telah disediakan kanvas. Saatnya jari jemari dan imajinasi bekerja sama saling membantu mewujudkan karya luar biasa. Hampir satu jam telah berlalu, waktu tinggal beberapa menit lagi. Aku telah selesai dengan gambaranku. Tema gambarku tentang sebuah kisah perjalanan menuju kesuksesan, seperti yang aku harapkan sekarang. Waktu pun telah selesai. Aku segera mengumpulkan hasil coretanku ke panitia. Dan aku langsung pulang ke asrama. Sebelum pulang tadi aku mendapatkan sebuah info bahwa pengumuman pemenang akan di update di fanspage facebook pada hari rabu depan. Sesampainya di asrama aku bertemu dengan Bayu. Ia ingin diantar menuju ke kosnya temannya. Langsung saja aku mengantarkan Bayu ke tempat yang akan ia tuju. Tepat sebelum sampai tiba-tiba muncullah sesuatu yang bagi Bayu terlihat seperti dewi yang baru turun dari gerbang surga. Seperti akan menyapa Bayu. Bayu pun langsung terkesima tanpa bisa mengucap kata-kata ketika melihat gadis mengesankan itu. Lalu aku pun mendoakan Bayu semoga berhasil. Bayu pun turun dan segera menuju ke gadis itu. Aku pun langsung pergi tak mau melihat tingkah temanku yang playboy itu. Malam harinya, tiba-tiba Bayu datang ke asrama.
“Henri kawanku, coba kamu kesini” Kata Bayu yang baru saja datang
“iya, ada apa bung, tak seperti biasanya kamu semangat” Jawabku sambil turun dari kamarku
Lalu Bayu bercerita bahwa ia tadi telah berhasil merayu hati Amanda, seorang mahasiswi jurusan pendidikan Sejarah. Bahwa Bayu juga telah melupakan Fina, pacarnya beberapa hari yang lalu. Mendengar hal itu, setidaknya aku merasa lega. Sahabatku yang satu ini kembali ke dirinya yang semula. Yaitu berwajah periang lagi. Setelah bercerita panjang lebar, sudah waktunya burung pasti kembali ke sarangnya, Bayu pun kembali ke kontrakannya.
###
Hari demi hari berlalu, dan akhirnya hari pengumuman pun telah tepat di depan mata. Aku langsung browsing internet mencari fanspage yang dimaksud. Ketika itu masih loading page. Aku berdoa untuk ke sekian kalinya. Dan ketika membuka mata, tidak bisa terbayangkan mau berkata apa, sempat ingin melompat tetapi tak bisa, ingin berteriak tapi banyak tetangga, aku benar-benar memenangkan lomba menggambar itu. Dan parahnya lagi aku berhasil mendapatkan juara 1. Sebuah berita yang bisa membuatku terbang ke angkasa bagaikan garuda, hahaha. Seketika aku langsung dihubungi oleh panitia lomba untuk segera mengambil hadiah di hotel Merah. Mendengar kabar itu aku pun langsung bergegas kesana. Dan uang 20 juta pun telah ada di tangan. Berhubung minggu ini adalah minggu terakhir semester ini, aku berencana untuk segera mewujudkan impianku yaitu datang ke studio yang ada di ibukota dan memberikan ide kerenku kepada mereka. Dua hari setelah mendapatkan uang hadiah aku segera berangkat menuju Jakarta. Disisi lain Bayu sedang berkencan dengan pacar barunya yaitu Amanda. Setelah sampai disana aku langsung mencari tempat yang cocok untuk membuat karyaku jadi kenyataan. Satu persatu perusahaan aku datangi. Dan seperti inilah keadaan negaraku. Tiada satu pun perusahaan yang menerima ide paling kerenku ini. Sepertinya aku telah kehilangan kepercayaan akan kota ini. Di momen tersulitku ini aku menemukan ide baru. Ketika aku duduk-duduk di sebuah terminal, aku baru kepikiran untuk pergi ke Jepang, sebuah negara dengan beribu produk anime. Dengan uang hadiah itu, selain jalan-jalan akan aku gunakan untuk mencari dimana tempat produksi anime itu. Lalu aku pun menuju ke bandara yang terletak di pusat kota. Jadwal keberangkatanku ternyata lebih cepat dari perkiraan. Malam hari setelah itu aku pun mencari tempat istirahat. Seperti inilah keadaannya sebelum menjadi sukses. Menginap di ruang tunggu bandara. Sambil bersantai aku menghubungi Aisyah.
“selamat malam Aisyah, bagaimana kabarmu sekarang ?” Tanyaku dalam sms pertama malam ini
“iya selamat malam juga Henri. Kabarku baik, bagaimana denganmu ?” Jawab Aisyah
“Aisyah, sebenarnya aku tak tahu apa yang bicarakan kemarin waktu di hotel Merah, tetapi itu memang benar terjadi. Besok aku akan berangkat ke Jepang. Doakan aku ya !”
“iya Hen, semoga perjalananmu lancar dan bermakna. Amin”
“makasih ya Aisyah”
Malam ini aku langsung tidur untuk perjalanan besok. Sambil berdoa, aku juga melihat indahnya langit bertabur bintang. Sungguh ini akan menjadi perjalananku yang paling keren.
###
Pagi pun menghampiri, aku langsung bangun dan bersiap-siap. Jadwal keberangkatanku yaitu jam 8 pagi ini. Aku pergi untuk sarapan dulu. Dan setelah itu aku langsung bergegas ke bandara. Pesawat tujuan bandara Jepang telah aku naiki. Dan aku pun terbang menuju ke negara pemproduksi anime tersebut. Sesampainya disana, aku langsung terkejut, tertegun, bahkan terpana melihat keadaan negeri sakura ini. Bandara yang modern, suasana yang futuristik menghiasi negeri matahari terbit ini. Turun dari pesawat, aku langsung berjalan-jalan di sekitar bandara. Karena tidak terlalu menguasai bahasa Jepang, aku hanya bertanya dengan bahasa Inggris. Di saat momen yang tidak jelas mau kemana ini aku bertemu dengan orang Jepang yang bernama Alvino. Setelah bertanya banyak aku baru mengetahui ternyata Alvino adalah salah satu pemilik apartemen besar di kota Tokyo. Dan aku pun ditawari untuk menginap di apartemennya Alvino asalkan mau menjadi koordinator suatu acara yang dilaksanakan oleh Alvino. Entah bagaimana harus berkata apa, aku langsung merasakan hawa sejuk bersahabat ketika pertama mendarat di Jepang. Di sisi lain, Bayu hari ini juga berkencan lagi dengan Amanda. Amanda memang orangnya sangat manja, centil, dan sangat shopping oriented alias penggemar belanja. Bayu pun ia ajak ke mall besar lagi. Ini membuat Bayu semakin kehabisan uang. Tetapi karena Bayu sebenarnya mempunyai tujuan lain. Bayu hanya berdoa semoga rencananya kali ini berhasil. Rencana apakah itu ? Kembali lagi ke Jepang. Di apartemen Alvino, aku langsung bekerja menjadi koordinator acara. Aku langsung mengurusi beberapa perlengkapan kebutuhan acara. Selain itu juga mengurusi pendokumentasian dan penyiarannya juga. Memang terlihat seru dan asik. Tetapi diam-diam ada beberapa orang yang sekilas lewat. Aku tidak tahu siapa mereka. Jadi aku biarkan saja. Untuk hari ini sampai begitu saja. Aku lalu diajak Alvino ke ruangan tidur yang ia janjikan tadi.
here, its your room. Henri. Take a rest before work again tommorow. Thanks for everything” Kata Alvino sambil menutup pintu kamar
no Alvino, i should be to say thanks to you because your kindness for me. Good night” Kataku sambil menuju ke ranjang tidur
Hari ini sungguh luar biasa. Aku tidak menyangka ada orang seperti Alvino di negara ini. Tetapi satu hal yang aku ingat tadi, siapa orang yang lewat dengan sekilas. Aku pun melupakan hal itu dan segera tidur karena kelelahan.
###
Jam 5 pagi, cahaya matahari sudah terlihat dari timur. Memang benar apa kata orang. Jepang memang bisa dikatakan pertama kali melihat matahari terbit tiap harinya. Ini adalah pagi pertamaku di negeri matahari terbit ini. Aku langsung bangun dan melihat keadaan luar. Dari jendela, aku melihat kesibukan pagi dari atas apartemen. Orang Jepang memang benar-benar rajin. Pagi-pagi kendaraan umum sudah ramai. Banyak yang bersepeda di rute yang khusus. Ini membuat Jepang sedikit menghasilkan polusi udara. Lalu ada seorang pelayan yang mengantarkan sarapan untukku. Wah, inikah nikmatnya hidup, bisa jadi. Setelah sarapan, aku langsung turun dan mengoordinasi acaranya Alvino lagi. Ketika itu masih berjalan seperti biasa. Lancar tidak terkendala. Jam telah menunjukkan pukul 11 waktu setempat. Tiba-tiba ada satu hal yang tidak pernah aku duga-duga sebelumnya. Yaitu ada suara mobil polisi datang ke apartemen Alvino. Kembali lagi ke kehidupan Bayu. Hari ini Bayu kembali jalan-jalan dengan Amanda. Kali ini Bayu mengajak untuk tidak ke tempat perbelanjaan. Dengan maksud sesuatu, Bayu mengajak Amanda menuju ke sebuah taman. Ketika itu Bayu kaget. Ada seseorang yang tidak asing baginya. Bayu coba mendekati orang itu bersama Amanda. Lalu kembali lagi ke apartemen Alvino. Polisi datang secara mengejutkan dan langsung mengepungku. Polisi itu bertanya tentang penghilangan beberapa properti yang dituduhkan kepadaku karena aku selaku koordinator acara. Ini sungguh diluar dugaanku. Aku sempat takut tetapi aku tidak merasa menghilangkan apapun. Di momen yang genting ini, polisi juga bergerak akan memborgolku, aku tidak tahu harus berbuat apa. Tiba-tiba ada seseorang yang misterius datang dari jendela lantai 2 apartemen. Orang itu memakai jubah dan memakai kacamata hitam turun dengan tali dan langsung membawaku naik ke lantai 2. Orang itu lalu mengajakku melarikan diri. Aku pun hanya mengikutinya agar terhindar dari masalah ini. Orang itu juga menendang beberapa orang yang berhasil ia ikat beserta properti acara. Orang itu menendang properti beserta orang-orang itu dan jatuh ke lantai 1. Polisi pun kaget melihat hal ini. Aku pun sadar siapa orang yang diikat itu. Sepertinya orang kemarin yang lewat dengan sekilas. Alvino yang berada di belakang polisi merasa rencananya untuk menjebakku gagal. Sebenarnya Alvino ingin memanfaatkanku dengan menjadikanku koordinator acara. Untungnya aku berhasil diselamatkan dengan keren oleh orang misterius lagi. Polisi itu langsung menganalisis sidik jari yang ada di properti dan sidik jari orang yang terikat tadi. Memang benar, orang yang terikat itu yang melakukan aksi keji itu. Lalu aku terus berlari bersama orang misterius tadi. Kucoba untuk menanyakan sesuatu kepada orang itu. Tetapi orang itu terus berlari. Dan akhirnya aku dan orang itu tiba di sebuah gedung perusahaan yang super keren, yang aku cari-cari selama ini. Yaitu tempat produksi anime. Lalu orang itu membuka jubahnya dan berbalik ke arahku.
hey, what is your name ?“ Tanya orang itu
my name is Henri. And thanks for saving me from that apartment. Then, what is your name ?” Jawabku sambil terengah-engah setelah sekitar 20 menit berlari
my name is Yuya Yukimura. Let’s go to the that building. And i will explain everything later” Kata orang itu sambil menuju gedung
Lalu aku pun hanya mengikuti orang itu. Ini seperti sebuah cerita perjalanan yang keren. Akhirnya aku berada di tempat yang sudah aku impikan sejak dulu. Di dalam gedung itu aku melihat beberapa tokoh anime keren, berbagai lukisan dinding, dan orang-orang yang sibuk mengerjakan pembuatan anime. Lalu aku disuruh duduk oleh Yuya. Di dalam sebuah ruang tamu, aku berbincang-bincang dengan Yuya. Tentang perusahaan ini. Yuya mengatakan bahwa ini adalah perusahaan miliknya. Karena ia yang berbeda pendapat dengan kakaknya yang arogan. Yuya juga memberitahu tentang Alvino dan perilaku jahatnya tadi. Bahwa Alvino adalah kakak kandungnya yang ia maksud arogan tadi. Aku langsung menghela napas mendengar hal itu. Kata Yuya memang seperti itulah kebiasaan kakaknya sejak dulu. Jadinya ia pun memisahkan diri dari kehidupan kakaknya. Yuya pun menanyakan darimana asalku. Aku menjawab bahwa aku berasal dari Indonesia, sebuah negara yang bagaikan atlantis, hahaha. Memang benar, itu adalah sebuah negara yang bisa menghasilkan hampir segalanya. Tanaman apa pun bisa ditanam disana, banyak sumber daya alam yang melimpah, dan sebagainya. Yuya pun tertawa mendengar pernyataanku. Ia juga sadar mengapa negaranya dulu menjajah negeriku. Setelah perbincangan panjang mengenai asal-usul masing-masing, Yuya memberikanku makan siang dahulu sebelum melanjutkan perbincangannya. Setelah itu, aku pun makan di dalam gedung itu. Setelah selesai makan, aku langsung melihat-lihat lagi beberapa orang yang sedang menggambar. Gambaran mereka sungguh luar biasa. Sambil melihat-lihat, aku pun bertanya banyak hal tentang pembuatan anime. Orang itu mengatakan bahwa yang tahu secara jelas yaitu Yuya, ia hanya bekerja dalam tahap penggambaran. Lalu aku pun duduk santai sambil melihat gambaran anime yang terletak di dinding. Ini membuat semangatku menggambar tumbuh lagi. Aku pun mencoba membuat sebuah komik singkat tentang perjalananku di Jepang. Lalu ketika aku melihat Yuya datang, aku langsung menyembunyikan gambarku.
hello Henri, what are you doing now ?” Tanya Yuya
“Yuya, i can’t say this. But its my dream to go to this country just to look how anime is created” Jawabku sambil berdiri
hmm, yeah, i’m the leader of this anime production. Let me tell you about the production of my anime” Kata Yuya sambil mengajakku ke suatu tempat
Yuya pun mengajakku ke berbagai ruangan yang menjadi tempat produksi anime. Pembuatan anime memang perlu orang banyak dan peralatan banyak. Tetapi itu juga sepadan dengan penyiaran anime tiap minggunya bahkan itu juga belum termasuk merchandise anime yang dijual. Hari ini aku tahu semuanya tentang proses pembuatan anime mulai dari awal yaitu pembuatan skrip dan komik. Dan berakhir di layar lebar. Malam harinya, aku diajak Yuya untuk ke rumahnya yang tidak jauh dari perusahaannya. Suatu kehormatan bisa berkunjung ke rumah seorang pemimpin produksi anime. Serasa dekat sekali dengan impianku. Di sana aku langsung disambut oleh ramahnya keluarga Yuya. Anak-anak Yuya langsung tertarik mendengar ceritaku berbagai hal tentang Indonesia. Sambil menceritakan beberapa cerita rakyat yang ada di Indonesia, aku juga menunjukkan beberapa foto tentang keadaan alam di negeriku. Karena anak-anaknya Yuya sangat suka dengan foto-foto itu, aku memberikan semua foto itu kepadanya. Lalu aku juga disuguhi makan malam khas Jepang. Juga dengan sumpit seperti yang biasa aku lihat di acara tv kuliner Jepang. Anak-anaknya Yuya menertawakanku karena aku yang kesulitan makan menggunakan sumpit. Suatu pengalaman yang sangat berharga dan bermakna. Untuk malam ini ketika semua anggota keluarga Yuya telah tidur, aku menyempatkan diri untuk keluar melihat pemandangan malam sambil meneruskan membuat komik tadi. Aku juga melihat bintang-bintang bertebaran di langit dan lebih banyak daripada ketika di rumahku. Apakah ini memang pertanda baik ? Semoga saja. Akhirnya aku pun selesai membuat komik. Dan jam telah menunjukkan pukul 24.00. Waktunya tidur.
###
Sinar matahari menyinari rumah Yuya. Membangunkan semua anggota keluarga dan tak terkecuali aku sendiri. Hari ini aku diajak Yuya lagi ke perusahaan pembuatan animenya lagi. Sebelumnya aku sarapan lagi bersama keluarganya Yuya. Sungguh suasana kekeluargaan yang harmonis yang aku rasakan ketika berada di sini. Setelah itu, aku dan Yuya berangkat ke perusahaan dengan naik sepeda. Aku anggap ini adalah olahraga pagi yang sudah lama tak aku lakukan. Memang ini kota, tetapi dengan sedikitnya polusi dan banyaknya pohon yang menghiasi jalanan membuat aku merasakan kenyamanan yang luar biasa yang belum aku temukan di negeriku sendiri. Akhirnya aku telah sampai lagi di perusahaannya Yuya. Di sana aku melihat hal baru dari kemarin. Yaitu melihat hasil garapan anime satu minggu yang lalu. Durasi sekitar setengah jam seperti biasa. Aku sangat menyukai hal ini. Sebenarnya diam-diam Yuya melakukan sesuatu yang diluar perkiraanku. Ketika aku sedang asik menonton anime. Setelah menonton anime, aku dan Yuya juga mengunjungi tempat penjualan aksesoris anime di suatu mall. Selain itu juga di toko baju tempat Yuya menjual baju desain dari animenya. Ini sungguh melengkapi perjalananku kali ini. Sepanjang hari ini aku merasa sangat menikmati hidup di Jepang. Akhirnya malam hari aku kembali ke rumahnya Yuya. Setelah makan malam, aku bercerita lagi kepada anak-anaknya Yuya. Kali ini cerita tentang beberapa budaya daerah dan kuliner yang ada di negaraku. Anak-anak Yuya pun sangat tertarik mendengar berbagai budaya yang ada di negeriku. Akhirnya jam menunjukkan pukul 22.00. Karena kelelahan, aku pun segera tidur. Hari ini berjalan sangat lancar. Sebelum tidur, aku berdoa semoga semuanya berjalan selalu lancar. Amin
###
Tiga hari selanjutnya, hari yang tak akan pernah menjadi bayangan dalam benakku sebelumnya. Setelah sarapan pagi, aku diajak Yuya untuk melihat pemutaran sebuah anime durasi pendek. Aku pun tak sabar menunggu anime apalagi yang akan telah diproduksi dan akan ditayangkan oleh perusahaannya Yuya. Kembali lagi ke kehidupan Bayu. Kemarin ketika bertemu dengan seseorang yang tidak asing di taman, Amanda tiba-tiba langsung menarik Bayu dan segera mengajak Bayu ke tempat lain. Karena melihat Bayu yang terlalu melihat orang itu membuat Amanda cemburu. Di hari ini Bayu berencana ke taman itu lagi tapi dengan strategi yang berbeda dari kemarin. Ketika berjalan di taman itu, Bayu tahu harus kemana, ia mengajak Amanda jalan ke tempat yang kemarin. Dan benar saja, masih ada orang yang kemarin. Kali ini Bayu biasa saja sebelum menjalankan rencananya. Amanda tidak sadar rencana yang akan dilakukan Bayu. Kembali lagi ke tempat pemutaran anime berdurasi pendek. Aku dan Yuya telah berada di ruangan yang dimaksud. Lampu pun mati, layar monitor telah siap menjalankan tugasnya. Dan aku tak bisa berkata sepatah apa pun. Hanya bisa terkejut, terkesima, terpana, terkesan, terpukau, tersanjung, terherankan melihat apa yang baru saja diputar di layar. Komik buatanku ketika berada di Jepang yang Yuya tayangkan. Karena aku yang tak mampu berkata apa pun, Yuya mengatakan kepadaku bahwa salah satu anaknya menemukan skrip gambaran komiknya dan langsung Yuya berikan ke perusahaan animenya untuk segera diproduksi. Yuya pun mengetahui bahwa aku sangat menyukai anime. Bersamaan dengan hal itu, Bayu menemui Fina. Fina kaget melihat Bayu yang bersama dengan Amanda. Seketika Fina menjadi berubah. Ia langsung bangun dari jurang kegelapan hatinya dan naik ke sifatnya yang dulu. Melihat hal itu, Amanda langsung pergi dan memutuskan hubungannya dengan Bayu. Setelah Amanda pergi, Bayu coba menjelaskan semuanya kepada Fina. Bahwa ia ingin mengembalikan Fina seperti dulu lagi. Dengan menggunakan rencana yang sangat aneh ini. Dengan berbagai kata-kata yang Bayu ucapkan kepada Fina, akhirnya Fina pun menerima Bayu seperti dulu. Fina tahu mengapa Bayu bisa melakukan hal seperti itu hanya untuknya. Selanjutnya Bayu menanyakan mengapa Fina bisa seperti itu. Fina pun menjawab bahwa ia sedang mengalami depresi sejak ditinggal oleh ayahnya. Karena depresinya berat, Fina sampai menjadi pribadi yang lain sampai menelantarkan hubungannya dengan Bayu. Setelah mengetahui hal ini, Bayu segera menghibur Fina. Dan kembalilah hubungan Bayu dengan Fina lagi. Kembali lagi ke Jepang. Yuya pun langsung menawariku untuk menjadi penulis komik dan menyuplainya ke perusahaannya. Wah, sedekat inikah impianku, tanpa disadari aku pun langsung disodori kontrak untuk 5 tahun kedepan. Tak terbayangkan, setelah mengalami perjalanan panjang di negeri sendiri yang tanpa hasil, akhirnya di sini, aku pun mendapatkan impian yang telah aku rindukan sejak dulu.
“Yuya, i will create an incredible the story of my anime. And we will be number one anime production in the world. Are you ready to challenge the world ?” Kataku kepada Yuya setelah menandatangani kontrak baru
yeah Henri. The story of new era of anime is begin. I can’t wait this. Its very excitement” Kata Yuya sambil bersamalan denganku
.
.
.

TAMAT